Pengunjung Website
Hari Ini: 23,139
Minggu Ini: 23,091
Bulan Ini: 778,042
|
Jumlah Pengunjung: 5,952,582

KOOPSUDNAS

Marsdya TNI Mohamad Tonny Harjono, S.E., M.M.

PANGLIMA KOMANDO OPERASI UDARA NASIONAL

Marsdya TNI Mohamad Tonny Harjono, S.E., M.M. Lahir di Jakarta pada tanggal 4 Oktober 1971, Diterima sebagai Calon Prajurit Taruna dan dilantik oleh Presiden RI sebagai Letda pada tahun 1993. Sekbang pada tahun 1996. Konversi F-16 Fighting Falcon pada Tahun 1997. Sekolah Instruktur Penerbang TNI AU (SIP TNI AU) Pada Tahun 2004. KONVERSI KT-1 pada Tahun 2005. Pendidikan Konversi Pesawat Sukhoi pada Tahun 2006. Seskoau pada tahun 2008. PPRA Lemhannas Pada Tahun 2020. Pada tanggal 6 Desember 2022 dilantik sebagai PANGKOOPSUDNAS sampai sekarang.

LINTASAN SEJARAH
KOMANDO OPERASI UDARA NASIONAL

 

Cikal bakal Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas)adalah Sector Operation Centre (SOC) dibentuk tahun 1958. Tugas SOC adalah menumpas pemberontakan daerah-daerah yang inginmemisahkan diri dari pemerintah pusat seperti: PRRI di Sumatera dan Permesta di bagian Timur Indonesia. Kemudian Komando Gabungan Pertahanan Udara (Kohanudgab) dibentuk tahun 1961anggotanya berasal dari angkatan darat, laut, dan udara. Kohanudgab bertugas menjaga pusat pertahanan di bagian Timur Indonesia.

Selanjutnya Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden RepublikIndonesia No. 08/PIM/PI/62 tanggal 9 Februari 1962. Kohanudnassebagai Komando Utama Operasi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, bertugas menyelenggarakan upaya pertahanan keamanan terpadu atas ruang udara nasional baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan komando utama operasi angkatan lainnya. Interoperability dalam penggunaan Alutsista sepertipesawat tempur, radar, artileri pertahanan, dan KRI (TNI AL). Kerjasama ini dilaksanakan dalam rangka menegakkan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dasar validasi Kohanudnas menjadi Koopsudnas adalahPeraturan Presiden No. 66/2019 dilanjutkan dengan Surat Keputusan Panglima TNI No. 24/2021. Atas dasar tersebut Panglima TNI mengalihkan komando pengendalian Koopsudnas dari Mabes TNI ke Mabes TNI AU pada tanggal 26 Januari 2022. Kemudian tanggal 28 Januari 2022 dilaksanakan: Peresmian Koopsudnas, Pelantikan Panglima Koopsudnas dan Alih Kodal Komando Operasi Udara I, II, III, dan Kopasgat dari Mabes TNI AU kepada Koopsudnas

Visi : Terwujud dan Tegaknya Kedaulatan Negara di Udara

Misi :

  1. Mewujudkan kekuatan pertahanan udara secara terpadu yang mampu melindungi wilayah udara NKRI.
  2. Senantiasa menyiagakan personel dan alutsista.
  3. Mampu menindak setiap pelanggaran di wilayah udara Nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  4. Tercapainya kekuatan alutsista yang berbobot teknologi modern serta mampu menjaga wilayah udara Nasional.
  5. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang profesional, berdedikasi, mampu mengikuti perkembangan teknologi terkini dan pantang menyerah.
  6. Menyiapkan potensi kekuatan udara Nasional yang siap dimobilisasi.

Tugas Koopsudnas

Tugas Koopsudnas sebagai komando utama operasional adalah menyelenggarakan operasi pertahanan angkatan udara sesuai dengan kebijaksanaan Panglima TNI dan penegakan hukum, serta menjaga keamanan di wilayah udara guna mendukung tugas TNI Angkatan Udara.


Tugas
Koopsudnas sebagai Komando Utama Pembinaan, menyelenggarakan pembinaan dan kemampuan kesiapan operasional satuan dalam jajarannya, serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara guna mendukung tugas TNI Angkatan Udara. Koopsudnas memiliki empat unsur pelaksana, yaitu: Komando Operasi Udara (Koopsud) I, II, III, Kopasgat yang membawahi Lanud, Kosek, Wing Udara/Pasgat, Batalyan Pasgat, Skadron, Satuan Radar, Satuan Rudal, Detasemen.